aaa

DUKUNG SEMANGAT INDONESIA

Tuesday, January 27, 2009

wawancara

Nama : Ardiyansyah
Kelas : A
Nrp : 062050089
Mata Kuliah : Penulisan Berita
Tugas : Wawancara

Topik : Mewawancarai Seorang Fasilitator Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)
Narasumber : Ina Rostina
Profesi/Jabatan : Fasilitator Senior
Batas/Waktu : 45 Menit

Berikut adalah daftar pertanyaan kunci yang saya ajukan pada seorang fasilitator dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yaitu Ibu Ina Rostina :

1. Apa tujuan dari diadakannya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
2. Sudah sejauh mana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dilaksanakan ?
3. Kendala apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberfayaan Masyarakat (PNPM) tersebut ?
4. Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tersebut ?
5. Pihak mana saja yang ikut terlibat dalam pelaksanaan dan penyampaian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
6. Apa perbedaan dari Program P2KP dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
7. Langkah seperti apa yang dilakukan agar tercapainya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
8. masyarakat yang bagaimana yang menjadi sasaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
9. Apakah yang menjadi indicator dari sasaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ?
10. Apakah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sudah dirasakan oleh masyarakat seluruhnya yang sesuai dengan indicator-indicator tersebut ?


Berikut adalah daftar jawaban dari pertanyaan kunci yang saya ajukan pada seorang fasilitator dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tersebut :

1. Untuk menuntaskan kemiskinan yang ada di masyarakat, dengan tujuan utama yaitu :
• Mgmbedayakan masyarakat dari masyarakat tidak berdaya menjadi masyarakat yang berdaya, mandiri, dan madani.
• Menggali nilai-nilai masyarakat yang sudah luntur.
• Mengikut sertakan masyarakat berpartisipatif dalam melaksanakan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
2. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sudah dilaksanakan sesuai program perencanaan yaitu mengenai masalah perencanaan program Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan. Yang dimana kegiatan itu adalah nerdasar usulan masyarakat yang dibuat dalam Program Jangka Menengah (PJM) dan Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM PRONANGKIS).
3. Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) adalah masyarakat yang kurang mengikuti aturan yang diadakan oleh aturan main yang ada dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
4. Masyarakat tidak menanggapi serius mengenai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dikarenakan tertanamnya rasa ingin selalu mudah dalam mewujudkan permintaan dan keinginan, yang menganggap bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dalam keikutsertaannya memberikan prosedur yang berbelit-berlit pada masyarakat.
5. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dilaksanakan dan di fasilitatori oleh masyarakat sendiri melalui pemilihan dari tingkat Basis pada tingkat Rt/Rw yang selanjutnya di putuskan dan dipilih oleh tingkat Desa, dan untuk keanggotaan mempunyai batas minimal 9 orang dan batas maximal 13 orang, dan dalam proses pemilihan tersebut mesyarakat tidak mencalonkan melainkan dipilih.

6. P2KP dan PNPM memang tidak jauh berbeda, namun perbedaan yang sangat terlihat adalah arah dari tujuan program tersebut, P2KP dalam melaksanakan programnya belum terarah kepada apa yang disebut MGDS, sedangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sudah mengarah kepada MGDS tersebut.
7. Langkah yang ditempuh dalam pencapaian perencanaan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) adalah melibatkan seluruh masyarakat untuk memantau pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di lapangan.
8. Masyarakat miskin yaitu masyarakat yang tidak berdaya “seperti yang telah dikatakan di atas”.
9. Tidak ada indicator yang khusus dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dikarenakan indicator tersebut bersifat elastis, yaitu ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.
10. pemanfaatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sudah dirasakan, karena dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tidak ada istilah bagi rata dan dalam melaksanakan pgmbangunan fisik di prioritaskan di daerah masyarakat yang kantong kemiskinannya banyak.

No comments:

Followers

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DISINI